skip to main | skip to sidebar

Search Here

...tentang Grace...

Foto Saya
Grace Hasibuan
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Just an ordinary girl with EXTRAORDINARY GOD... A girl who lives her life with hope, faith and love. A girl who believes in God and His wonderful journey. A girl who is passionate in children, human right, poverty, and environment. She is crazy about the idea of being a traveller... And, she'd love to express all about her and her life in music, photography, and just simple words...
Lihat profil lengkapku

Archivo del blog

  • ▼ 2015 (3)
    • ▼ Juli (2)
      • Aku, Kamu, Hati, dan Logika
      • Permintaan Paling Serius
    • ► Januari (1)
  • ► 2014 (4)
    • ► Agustus (1)
    • ► Juni (1)
    • ► Januari (2)
  • ► 2013 (44)
    • ► Desember (1)
    • ► Juli (1)
    • ► Juni (1)
    • ► Mei (4)
    • ► April (4)
    • ► Maret (8)
    • ► Februari (10)
    • ► Januari (15)
  • ► 2012 (6)
    • ► Desember (2)
    • ► Juni (1)
    • ► April (1)
    • ► Januari (2)
  • ► 2011 (16)
    • ► November (3)
    • ► Oktober (2)
    • ► Agustus (1)
    • ► Juni (1)
    • ► Mei (5)
    • ► April (2)
    • ► Maret (2)

Teman-teman

See this :)

  • Home
  • About Me
  • Facebook
  • Twitter
  • About This Blog

Letter from God

Letter from God
gracehasibuan. Diberdayakan oleh Blogger.

God is good all the time

God is good all the time

Ordinary Grace

Ordinary Grace

Popular Posts

  • Pelajaran dari pembuangan Babel :)
    4 Desember 2013. Hari paling bersejarah. Untuk kedua kalinya saya menangis karena hal yang sama. Untuk kesekian kalinya saya merasakan uj...
  • (bukan) FILOSOFI KETAPEL
    Orang-orang yang hidup di fase modern seperti sekarang ini mungkin sudah jarang melihat ketapel. Tapi bagaimana dengan kamu? Pernahkah mem...
  • Kupanggil Kamu, ILALANG
    Lalu, begini. Kini saya ada di belakang netbook ini dan menulis tentangmu. Saya harap kamu tidak merasa keberatan dengan nama barumu dan ...
  • FRIENDS, LOVERS OR NOTHING
    FRIENDS, LOVERS OR NOTHING Wow its been a while since my last blog. Jadi weekend ini saya memang tidak kemana-mana. Minggu lalu udah...
  • Makan, Berdoa, dan Jatuh Cintalah pada Negeriku!
    Holaaaaaaa.. Kemana saja belakangan ini? Saya sudah kemana-mana. Ok, ini lebay! Lama sekali tidak menulis blog. Dua minggu yang l...
  • Aku, Kamu, Hati, dan Logika
    Kenalkan, namanya Logika. Dia yang menemani aku selama ini sementara Hati melanglang buana. Logika ini sungguh baik padaku. Perhatiannya t...

Categories

semacam curhat (36) random thinking (25) me and my GOD (17) (bukan) cerpen (bukan) puisi (14) opini (12) untuk sahabat (12) tentang mimpi (8) cinta dan perasaan (7) lagu (7) surat (7) Keluarga (6) Kisah Kita (5) kicauan pagi (5) pekerjaanku (5) 8-years-story (3) tentang ilalang (3) idola (2) TRAVELLING (1) feature (1) film (1) liputan (1)

What Date is Today?

Quote of The Day

Visit BrainyQuote for more Quotes

Hear This.. :)

When God Writes My Whole Life Story

...tentang warna-warninya hidup ketika ALLAH yang menulisnya... So, Let God be God in your life, dear

Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

Stop This Train


"Come on, stop this train.
I want to get off and go home again.
I can't take the speed it's moving in
I know i can't
But, honestly, won't someone stop this train?"

No. The train that John Mayer means in that song is not the train that we usually see in train station. He means  'life'. Don't you realize that life is like a train? It keeps moving in. And we can't stop the train or make it slower whenever we want.

In life, we start our new 'chapters', leaving the old one's behind, being hurt, happy, falling down, rising up again, lonely, busy, and in the middle of our 'train ride', we realize that we're moving too fast, like we're not ready for the challenge ahead and for... growing up. We want someone to stop this 'train', or going back to the previous 'destination'.

"So scared of getting older
I'm only good at being young"

Sometimes we wish we could hit the 'pause' button. Getting older is scary. What if our life in the future doesn't match up with our dreams and hopes? We don't know what will happen to us. All we know is a lot of changes will come with 'getting older'. And, for a moment, we just want to stay where we are now. Being young.

So, we are scared about the things that we don't know yet. Isn't that pathetic?

"Had a talk with my old man
said, 'Help me understand'.
He said, 'Turn 68, you'll renegotiate
don't stop this train
don't for a minute change the place you're in'."

But, we have to face it. Getting older is one of phases in life. When we're older, we'll realize that there are so much things we've learned and how much experiences we've got on the process of growing up. Beside, we're not the only one who face the 'getting older' phase. Everbody does. Include our parents. Like this song, I imagine that JM as the one who felt his life growing faster than he expected, and lost his purpose of life, then asked his father. So, don't quit. Enjoy the life we live. Be happy wherever we are, because maybe we're on the place where we belong. Also, don't forget to always pray and be thankful to God.

"Singing stop this train
I want to get off and go home again
I can't take the speed it's moving in
I know I can't
Cause now I'll see I'll never stop this train."


Here, the video of John Mayer when he sang 'Stop This Train' at LA. One of my favorite videos.


>>Baca selengkapnya ya
Diposting oleh Grace Hasibuan di Selasa, Maret 19, 2013 0 komentar
Label: idola, lagu

Rabu, 20 Februari 2013

Yes, Jesus Loves Me

Saya menyukai lagu-lagu pujian untuk Allah. Tapi tidak semua lagu biasanya saya suka. Biasanya saya menyukai lagu-lagu dengan lirik yang sarat makna namun disampaikan dengan deretan kata yang terpahat apik.

Anehnya, ketika saya dalam suatu kondisi yang terbeban berat, lagu-lagu yang senantiasa berdendang dalam hati ini justru lagu-lagu teramat sederhana. Lagu-lagu ungkapan iman yang biasanya dinyanyikan oleh anak-anak:

With Christ in the vessel we can smile at the storm, smile at the storm. As we go sailing home.
Jika Yesus ada di dalam lambung perahu, kita dapat tersenyum pada saat badai, tersenyum pada saat badai, ketika kita mendayung pulang.

Amat sederhana bukan? Tapi kesederhanaan kalimat-kalimatnya mengungkapkan iman yang luar biasa kalau Allah senantiasa menjaga. Tak ada yang perlu ditakutkan dalam badai kehidupan, ketika Yesus berada di sana.

Satu lagu sederhana lainnya adalah:
Hallelujah any how!| Never ever let the trouble makes you down.| When hard time is coming your way|
Just raise up your hand and say hei! |
Hallelujah Anyhow..
Pujilah Tuhan bagaimanapun juga| jangan pernah biarkan masalah membuatmu jatuh | ketika waktu-waktu sulit merintangi jalanmu| angkatlah tangan dan katakan | pujilah Tuhan bagaimanapun jua.

Ya! Pujilah Tuhan, bersyukurlah dalam kondisi apapun. Karena kita tahu Allah kita layak untuk menerima ungkapan syukur kita yang terbesar. Karena kita tahu selama Yesus ada di dalam perahu, kita tak akan tenggelam dalam badai.

Dan karena kita tahu ada satu kebenaran dalam satu lagu sederhana berikut:

Jesus loves me this I know | for the Bible tells me so| Little ones to him belong| they are weak, but He is strong.
Yes Jesus loves me| Yes Jesus loves me |The bible tells me so
Yesus sayang padaku | seperti yang diberitahu oleh alkitab kepadaku | mereka yang kecil milik kepunyaanNya | mereka lemah tapi Dia kuat
Ya, Yesus sayang padaku | Ya, Yesus sayang padaku | seperti yang diberitahu oleh alkitab kepadaku.

Betapa menguatkan bukan? Lagu-lagu sederhana itu adalah refleksi iman yang menjadi jangkar kokoh ketika hidup penuh badai.

Jadi, mari mengucap syukur dalam segala hal ^^

>>Baca selengkapnya ya
Diposting oleh Grace Hasibuan di Rabu, Februari 20, 2013 0 komentar
Label: lagu, me and my GOD

Rabu, 23 Januari 2013

2013 in Action


Januari 2103 hampir habis. Dan berhubung saya anti-mainstream, maka di suatu pagi yang cerah ini, saya juga malah baru sekarang berkicau tentang pergantian tahun. Resolusi. Impian. Target. Agenda. Kenangan. Review. Belum terlambat kan?

2012

Sempat diisukan bahwa kiamat di tahun ini, sampai-sampai dibuat filmnya. 
Peramal lokal yang melihat 2012 'gelap', ternyata memang gelap hanya untuk dirinya.
Heboh dengan isu 'kehancuran' lewat perhelatan besar dunia, ternyata sampai penutupan acara masih aman-aman saja. 
Ada juga berita menyenangkan dari dalam negeri. Akhirnya banyak angin segar tentang pemerintahan ibukota  dari media semenjak duduknya walikota yang dipuja-puja.

Kalau dari saya, tahun ini lewat cepatnya minta ampun. Saat ini saya sedang membuat agenda baru buatan sendiri (lagi) untuk tahun 2013! Rasanya masih aneh menuliskan angka itu.

Tahun 2012 secepat itu lewat, namun ternyata terlalu banyak hal yang terjadi di tahun ini. Drastis. Dari yang jauh jadi dekat, dari yang dekat jadi jauh. Terjadi dalam arti harfiah dan tidak. Dari yang sering menjadi jarang, dari yang tidak pernah menjadi sering. Hahahaha bingung kan?

Tapi ada satu hal besar yang saya pelajari tahun ini.

Meskipun resolusi tidak terpenuhi sepenuhnya,
Meskipun rencana-rencana tidak mulus jalannya,
Meskipun banyak hal di luar ekspektasi,

Saatnya belajar bersyukur, mengenal diri sendiri, dan percaya dengan skenario Yang Di Atas. DIA, Sang Gembala Agung tetap menyertai saya sepanjang perjalanan ini. Sekalipun mendaki gunung lewati lembah, kalau kata Ninja Hattori.

Semuanya pasti berubah, tidak bisa mengharapkan segalanya akan sama menyenangkannya seperti yang diinginkan. Hanya tinggal percaya atau tidak bahwa di balik perubahan (yang saya pikir) buruk itu selalu mendatangkan kebaikan.


Hello, 2013! 



Semoga selalu menjadi pembelajar dan tetap bermimpi besar di tahun-tahun seterusnya. Semoga menjadi lebih baik! Yang paling nyata di depan mata, semoga bisa kembali kuliah lagi dengan memperoleh beasiswa tugas belajar S1/D4! (Ah, iya, pengumuman D4 STAN sebentar lagi, Ceman-ceman. Doakan yah!)

Allah yang sama yang telah menyertai kita di tahun-tahun sebelumnya, akan terus dan tetap menyertai langkah kita menghadapi hari-hari, dan tahun-tahun yang akan datang.


Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok, namun langkahku tegap.
Bukan surya ‘ku harapkan, kar’na surya ‘kan lenyap.
O tiada ‘ku gelisah akan masa menjelang;
‘ku berjalan serta Yesus, maka hatiku tenang.
Banyak hal tak ‘ku pahami dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini: Tangan Tuhan yang pegang
“I know who holds tomorrow” cipt. Ira F. Stanphill
>>Baca selengkapnya ya
Diposting oleh Grace Hasibuan di Rabu, Januari 23, 2013 0 komentar
Label: kicauan pagi, lagu, me and my GOD, tentang mimpi

Sabtu, 19 Januari 2013

Teruntuk The Man Who Can't be Moved



Saya terlalu percaya dalam hati tiap orang, pasti kita semua punya: the man who can't be moved. 
 
"The man who can't be moved" itu semacam seseorang yang dengan sengaja kamu simpan di dalam hatimu, walaupun kamu telah bersama orang lain. 


Dan akhirnya saya mengerti: "The man who can't be moved" inilah yang membuat saya, kamu, dan siapapun yang baca tulisan ini susah untuk moving on.

Lalu saya berpikir, kalaupun masih ada yang susah untuk moving on, kenapa musti lekas-lekas dipaksa. Terkadang menyimpan itu hal baik.

Dalam menyimpan harusnya kita belajar lebih apik mengurusi sesuatu, kita akan menjaganya supaya tidak berdebu, kita merawat, kita melindungi, kita belajar menjadi seperti Ibu.

Punya The man who can't be moved tidak selamanya merugi, bisa jadi semesta masih mempercayai orang tersebut kepada hatimu. Ataupun sebaliknya, orang itu selalu ada untuk menjaga hatimu. Tergantung kamu mau meresponinya seperti apa.


Surat ini saya tulis kepada The man who can't be moved di hati saya. Yang betah, begitu lama, selalu mendapatkan perlakuan khusus, sejak lama sekali, selalu saya nomor satukan walau begitu banyak orang yang lalu lalang dalam kehidupan saya. Selalu saya kangeni, walau kadang ia tidak peduli.


Saya mau bilang apa lagi selain: mungkin suatu hari, kamu akan bangun di tempat tidurmu. Lalu berpikir, saya adalah orang yang tepat itu.


Saya berdoa, semoga kamu tidak terlambat menyadarinya. 


Semoga...
>>Baca selengkapnya ya
Diposting oleh Grace Hasibuan di Sabtu, Januari 19, 2013 0 komentar
Label: 8-years-story, lagu, random thinking

u.n.t.i.t.l.e.d

Mungkin memang tidak semua rasa harus diberi nama, karena rasa itu bukan manusia atau jalan yang memang harus diberi nama agar tidak salah sebut, tidak salah tujuan.

Dan rasa itu memang terlalu rumit untuk diberi nama. Seperti cinta, misalnya. Setiap orang punya pengertiannya sendiri tentang cinta. Semuanya benar, semuanya salah - tergantung siapa yang mengatakan, apa latar belakang orang itu, dan dari sudut pandang yang mana.

Juga rasa ini. Atau rasa yang itu.

Lalu ada kalanya kita memberi nama suatu rasa, dan ternyata kita memberi nama yang salah. Karena ada rasa yang dapat dirasakan sendiri, dan ada rasa yang sebaiknya dirasakan oleh dua orang. Dan yang terakhir itu kadang diberi nama yang berbeda oleh keduanya. Yang satu bisa saja menamakannya “cinta”, tapi yang satu lagi mungkin hanya memberinya nama “suka”. Atau yang satu memberinya nama “nyaman”, yang satu lagi memberi nama “kesepian”.

Kurang lebih seperti itu.

Jadi, apalah arti sebuah nama jika hanya untuk memberi label ke sebuah rasa yang diartikan berbeda-beda oleh pihak yang merasakannya? Atau bahkan oleh pihak yang bahkan tidak pernah memikirkan tentang rasa itu sendiri?

Ini memang rumit. Tidak sesederhana menggoreskan tinta di atas permukaan kulit.


Bila memang, ku yang harus mengerti:
Mengapa cintamu tak dapat ku miliki?
Salahkah ku bila:
Kau lah yang ada di hatiku?
*sayup2 terdengar Untitled-nya Maliq mengalun lembut
>>Baca selengkapnya ya
Diposting oleh Grace Hasibuan di Sabtu, Januari 19, 2013 0 komentar
Label: lagu, opini, random thinking

Jumat, 11 Januari 2013

Clayton, huhhh??


Ini postingan pertama saya tentang idola saya, Abang Clayton..

 Setahun belakangan ini hari-hari saya dipenuhi oleh suara dan iringan petikan gitar oleh John Mayer. Has been in love with this guy since a century ago, tapi baru mulai mengeksplor koleksi lagu-lagunya belakangan ini. Dan semakin saya mengeksplor, saya semakin penasaran, dan jadi suka dengan sendirinya. Petikan gitarnya catchy, lirik-liriknya membuat saya menerka-nerka pemikiran apa lagi yang akan ditumpahkan pada detik berikutnya dan bagaimana cara dia menuangkannya ke dalam susunan kata-kata. And he wrote most of them by himself (Hallelujah!!)

Don’t get me wrong, saya bukan hanya mengagumi pemikiran dan ‘gaya penyampaian’-nya seputar tema cinta-cintaan. Toh lagunya nggak melulu tentang cinta-cintaan. There are others that comprise self-consciousness, self-reflection, social respect, dan public tolerance. Butuh bukti? Try listening to his “Vultures,” “Waiting on the World to Change,” “Belief,” “Bigger Than My Body,” “The Heart Of Life,” “Stop This Train,” atau “Who Says.” Atau mungkin yang punya makna ganda seperti “Daughters,” “Perfectly Lonely,” atau “Love Song for No One.” 

Sejauh ini saya suka semua lagu yang ia bawakan. Tidak terkecuali. 

Tidak jarang saya memilih lagunya sebagai lagu pengiring saya memasuki gerbang ‘Pulau Kapuk.’ Selain karena kelebihan-kelebihan di atas yang sudah saya, tanpa sadar, promosikan, dan selain karena suaranya yang bikin merem melek (sejauh ini cuma ada dua musisi yang suaranya bikin saya merem melek: Michael Buble dan si John Mayer ini!), a little trivia, I love humming to his songs with my head on my pillow. Absurd. Yes I know. Tapi ini beneran kenyataan. Sejak saya di asrama dulu, saya punya kebiasaan tidur sambil mendengarkan lagu. Biasanya ketika saya tidak cukup lelah untuk langsung ‘tewas’ di tempat tidur, saya akan menggumam-gumam kecil lagu yang tengah diputar itu, sampai saya tertidur. Lagu-lagu tidur saya didominasi oleh lagu akustik. Atau yang melodinya bikin ngantuk ;) Belakangan lagu-lagu John yang punya beat pelan saya jadikan playlist tunggal. Selain bisa bikin ngantuk, toh saya bisa sambil memikirkan tentang isi lagunya. Self-reflection :) 

Now, I wonder, kapan yaaa John Mayer bisa konser di Indonesia?!

Ahhh iya, besok kali ada kesempatan dan inspirasi, saya bakal bikin review tentang album barunya John Clayton Mayer “Born and Raised” yang keluar tanggal 22 Mei 2012 kemarin..





Anyway, enough of my admiration of him. And yeah, this entry sucks. Especially when I, again, changed the language in the middle of it. I am signing out.
P.S: The use “Clayton” which is John’s middle name as this entry’s title is not aimed to show that I act like I am close to him that I call him in a different and special way (I am simply just one of his ordinary fans!). I just thought that a blog entry with “I Love You John Mayer” or “It’s John Mayer” or “John Mayer Rules!” or “John Mayer is in da House” sounds cheesy. So there it is, I’d rather chose “Clayton” instead :p

P.S (again): A humble confession: saya jadi nggak bisa mendengarkan lagu lain selain lagu-lagunya John Mayer sejak lima bulan belakangan. Another addiction I think. So… should I arrange a detachmetnt program of his songs too? o_O
>>Baca selengkapnya ya
Diposting oleh Grace Hasibuan di Jumat, Januari 11, 2013 0 komentar
Label: idola, lagu

Sabtu, 16 Juni 2012

FRIENDS, LOVERS OR NOTHING


FRIENDS, LOVERS OR NOTHING

Wow its been a while since my last blog.
Jadi weekend ini saya memang tidak kemana-mana. Minggu lalu udah mumet dengan ujian, dan minggu depan mau ke Kiluan mantengin lumba2, jadilah hari ini saya Cuma menggalau di kosan dan kantor. Karena dasarnya emang ga bisa diem dan pengen utak-atik layar komputer yang lucu di kantor yang saat ini ada didepan mata, yaudah saya pencet2 aja. Walau ngantuk tetep ngotot, haha. Dan terinspirasi dari pengalaman pribadi dan beberapa curhatan teman-teman saya yg tidak perlu tersebut lah ya namanya..
Akhirnya saya memutuskan menulis berdasarkan interpretasi liar saya akan 1 lagu dari mantan pacar saya (baca: bang John Mayer). Judulnya aja udah bikin jantung saya serrrrrrr.. (ini lebay beneran). The title of the song is FRIENDS, LOVERS OR NOTHING. Wihh abang John emang mantep dah. Pengen culik deh bawa pulang ke kosan -___-
Anyway, ini nulisnya sambil denger lagu itu dan setelah didengar dan dicerna dengan kapasitas listening saya yang pas-pasan, saya menangkap makna yg dalem banget dari lagu itu. Coba kita denger (ato baca) dulu deh ya rame2.
----------
Now that we are over as the loving kind
We'll be dreaming ways to keep the good alive
Only when we want is not a compromise
I'd be pouring tears Into your drying eyes
Friends, lovers, or nothing
There can only be one
Friends, lovers, or nothing
There'll never be an in-between
So give it up
You whisper "Come on over"
Cause you're two drinks in
But in the morning I will say Good-bye again
Think we'll never fall into The jealous game
The streets will flood With blood of those who felt the same
Anything other than 'yes' is 'no'
Anything other than 'stay' is 'go'
Anything less than 'I love you' is lying
----------
(Berhenti sejenak) Aduh abang John pinter banget deh ah bikin lagu. Makjleeeb!! Ajarin dong  -____-
Dulu pertama kali dengar lagu itu dan setelah diulang2 kurang lebih 5 kali, saya memutuskan untuk bikin statement kalo saya SUKA sama lagu itu.
Karena, yaaa karena liriknya ngena banget. Ibaratnya kayak bisa nampar orang gitu. Nampar siapa? Nah ini masalahnya.
Lagu ini kayanya sih ditujukan Bang John buat cowok cewek yang satu sama laennya sering bingung dan miscommunication-- ya biasa, masalah cinta2an, ahaha. Kayanya di dunia pra dewasa yang penuh kelabilan sering banget terjadi kerancuan dalam menanggapi situasi. Misalnya nih: Ada cowok yang perhatian sama cewek, si cewek nganggep cowonya suka, padahal si cowok cuma berusaha nice aja, emang dasarnya flamboyan (bahasa bencongnya playboy) dan baek ke semua orang.
Melalui blog ngaco ini saya mau berbagi sedikit pemikiran dangkal yang saya dapet dari lagu ini.. Dan mari saya perjelas, ini semua hanyalah opini dari sudut pandang saya yang biasanya punya analisa aneh dan random. Kalo emang agak susah dimengerti dan tidak layak diterima, maap maap aja deh ya, hehe, ok lanjut. Poin-poinnya adalah:
(ini konteks pembahasannya lebih ke hubungan cowok sama cewek loh. Cinta cucu kepada nenek tidak bisa dimasukkan ke kategori makna lagu abang John kali ini)

1) Cinta dan sayang itu sensitif (bukan merek tes kehamilan loh maksudnya, tapi emang sifatnya sensitif).
Maksudnya:
Penyampaian cinta sama sayang itu ga boleh ngasal. Harus ada dasar yang kuat. Why? ya simple aja. Mayoritas cewek itu hatinya fragile. Kaya sponge, gampang menyerap. Jadi sekali aja cowok bilang "aku cinta kamu wahai bidadari cantik", wahhh melayang2nya bisa sampe Afrika. Padahal buat cowoknya sendiri (mungkin) maknanya ga se dalem itu. Logika mereka yang katanya keren itu biasanya mendorong mereka untuk frontal dan bilangin apa yang mereka pikirin saat itu aja. Tanpa mikir panjang, detail, dan nganalisa dampaknya terhadap si cewek (maap ya cowok2, ini gue lagi sotoy, salahin bang John). Jadi, seperti kata bang John : "Friends, lovers, or nothing There can only be one". Dalam satu hubungan itu statusnya harus jelas. Jadi temen, ya temen aja. Pacar, ya pacar. Ato mending ga usah ada hubungan apa2 sama sekali. Jangan mentang2 ga ada pacar, kita bisa seenaknya mencla-mencle, tebar pesona kemana-mana, bilang sayang or cinta ke orang-orang, ntar liat siapa yang nge-respon dan siapa yang paling kece, itu yang dipilih, mwuahahhahahaa. Itu kejam, beeeb.. !!


2) Cewek, ilmu GR nya harus dikontrol. Cowok, ilmu tebar pesonanya harus diatur.
Maksudnya:
Sebelom dibahas, kita liat lagi deh lirik dari bang John:
"Friends, lovers, or nothing, There'll never be an in-between"
Jadi kalo ada yang bilang "aku sayang sama kamu, tapi kita jadi temen aja ya". Waduh, kalo bisa itu dihindari lah saudara2. Sekali lagi, karena cowok dan cewek itu punya daya tanggap yang berbeda. Yang biasanya terjadi sih kaya gini (ini berdasarkan analisa saya sendiri sebagai psikolog berkulit gelap diantara teman2 gelap saya, *loh?*), kebanyakan cowok itu menyampaikan hal-hal yang cewek pengen denger. Alasan mereka sih biar ga ribet, biar cewenya bisa diem, dan biar mereka terlepas dari pertanyaan lanjutan. Istilah kerennya cari aman. Nah, kalo cewek dimana-mana sih sama aja. Daya tanggapnya dalam sangat. Ke-detail-annya jangan diragukan deh. Apapun kalimat dari cowok yang mereka anggap penting, wahhh kesimpen di otaknya selamanya kali, ga bakal ilang. Jadiiiiiiiiiiii cowok-cowok calon pemimpin rumah tangga yang ganteng2, tolong hati2 dalam tebar pesona. Kalo iya ya iya, kalo ngga ya ngga. Jangan pernah menggantung harapan buat seorang perempuan. Inget mama di rumah booooyy. Buat cewek-cewek, kadar GR nya harus dikontrol ya. Jangan mau digantung tanpa tali, dan di ayunin dari atas ke bawah kaya maen yoyo. Bukan jadi apatis juga, tapi lebih hati2 aja dalam meresapi arti dan memahami hati.


3) Klarifikasi itu perlu.
Maksudnya:
Naaah jaman sekarang ada tuh istilah TTM. Saya juga pernah masuk ke kategori itu tuh kayanya. (Eh prnah gak yaa?? Enggak deh kayaknyaa. Saya masuknya kategori Friendzone.) Rasanya? ya enak ga enak. Ketidakjelasan emang ironis. Jadi, ada baiknya, demi ketenangan batin dan jiwa masing2, jika ada (terutama cewek nih) yang ngerasa udah dideketin sama cowok, tapi cowoknya ga pernah frontal minta jadian, naaah mending di tembak langsung. Bukannya si cewek yang mesti nembak juga. Maksudnya minta kejelasan yang kongkrit dan nanya. Tapi nanyanya harus jelas dan ga njelimet (inget, cowok itu BUKAN MIND READER yang hebat (sorry ya cowok2, gue lagi emansipasi berapi2 nih sekarang, hehe). Seperti kata bang John:
"Anything other than 'yes' is 'no'
Anything other than 'stay' is 'go'
Anything less than 'I love you' is lying"
Wah bang John sudah cukup men-interpretasikan maksud saya.
Oke deh, analisa lagunya udahan dulu. Sekali lagi, note ini dibuat dalam keadaan capek, laper, dan belom mandi. Jadi? ya maklum aja jika kerutan sedikit muncul di kening anda, hehehehee..
Peace.. ^^,v
>>Baca selengkapnya ya
Diposting oleh Grace Hasibuan di Sabtu, Juni 16, 2012 0 komentar
Label: lagu, opini, random thinking
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates